Globalisasi membuat otak alami stucknasi sampai tak ada lagi empati karena simpati telah di bombardir oleh dengki sebagai senjata pemusnah berkekuatan tinggi. Nuklir seperti air yang mengalir mengairi penderitaan yang tak pernah ada habisnya dalam dunia ini. semua hancur bercucur angkuh hingga tak pernah terlintas membuat barisan seperti semut yang mendaki lumut dengan solidaritas tinggi penuh semangat menghentak hingga tersentak. ketika aparat tak lagi kuat karena iming-iming kebebasan yang menyebabkan konstruksi global warming semakin membumbung tinggi. saat kedamaian seperti bayi ngompol yang setiap waktu merengek menghisap jempol, keinginan akan sebuah cita-cita besar memacu paru-paru memompa udara kesejukan berjalan bersama kedamaian. dan semua itu akan menjadi kompromi hati yang halus tanpa bisa di hitung dengan rumus kalkulus matematika yang penuh sistematika, semua abstract tak bisa di tampilkan dalam layar perak, hanya bisa di nalar dengan bisikan yang membuat kita sadar bahwa kita harus tegar dengan keadaan yang setiap saat bisa menggelegar bahkan membuncah sampai hampir pecah. kompromi hati akan menjadi embargo kejenuhan dan kekacauan yang membuat otak kiri bisa seperti cargo pembawa kesejukan. tak pernah sia-sia kalau kita membuat satu kompromi hati, dengan sesama manusia yang sejalan memandang satu kehidupan. sampaikan salam kepada setiap hati yang mau berkompromi mengenai segala hal yang menyangkut penyakit hati yang akut yang membuat setiap orang takut, katakan bahwa kedamaian merindukan keindahan akan cermin, sehingga kedamaian mampu melihat dirinya sendiri. jadikan segala hal yang ada di sekelilingmu menjadi pendukung gerakmu, sekali lagi, dengan kompromi hati yang bisa meminimalkan anarki yang di sebarkan dengan televisi tanpa sedikitpun nilai edukasi, hanya pemikiran tentang finansial yang sering mengecewakan individu di lain pihak. Tragis seperti suara tangis manusia yang meneriakan ” Aku ini masih manusia!!” yang selama beberapa tahun lahir negeri ini selalu menyayat hati.
Hati itu Lembut namun bisa menjadi sangat keras ketika hati tak mau lagi berkompromi….jangan menjadi manusia egois yang penuh mistis tanpa mau memandang kedamaian yang indah, tanpa mau mencicipi rasa damai yang manis…..
